Tips Agar Anda Tidak Terkena Calo Diterminal Bis

Bagi Anda yang sering bepergian mengunakan bis, mungkin pernah mengalami sesuatu yang  menyebalkan ketika  masuk ke terminal , karena ditarik oleh beberapa  orang yang tidak kita kenal,  biasnya sambil nyuruh-nyuruh naik bis ini lah bis itu lah, tanpa kehadiran mereka sebenarnya kita sudah tau mana bis yang akan kita naikin sesuai dengan tujuan kita , bahkan lebih parah lagi, selain memaksa sambil narik-narik kadang juga disertai dengan ancaman , dan ketika kita sudah msuk dalam perangkapnya mereka akan memberikan  tiket dengan harga yang tidak wajar, hal ini pasti akan  membuat hati tambah dongkol.

Sumber Gambar : https://megapolitan.kompas.com/read/2019/01/03/21184351/polisi-amankan-7-calo-terminal-bus-pulo-gebang-yang-jual-tiket-2-kali



Calo adalah orang yang menjadi perantara dan memberikan jasanya untuk menguruskan sesuatu berdasarkan upah. Yang pasti harga yang diberikan calo pasti akan lebih tinggi dari pada harga aslinya. Tidak jarang calo memberikan harga yang sangat fantastis, alias sangat tinggi , bahkan bias dua kali lipat.

Perlu anda ketahui calo yang nakal biasanya dari PO Bus yang kurang banyak peminatnya, berbeda dengan bus-bus yang banyak peminatnya justru tidak menggunakan jasa calo akan tetapi mempunyai agen tiket  khusus, walaupun beli tiketnya di atas bus juga ada petugas ticketing resmi dari PO tersebut.

Berikut ini adalah tips agar Anda tidak terkena calo di Terminal:


  1. Jangan mudah percaya dengan orang yang tidak berseragam maupun yang berseragam, baik di terminal maupun di stasiun
  2. Sebaiknya anda mencari informasi terlebih dahulu untuk mengetahui harga tiket untuk perbandingan  saat anda membeli tiket.
  3. Apabila anda bingung ketika masuk di terminal, sebaiknya anda mencari kantor terminal dan menemui petugas terminl  atau mencari bagian informasi 
  4. Abaikan segala ajakan dan omongan yang mendekati saat anda di terminal. Apabila ada orang di terminal yang menanyakan tujuan anda, langsung saja anda menjawab "Saya sudah punya tiket".
  5. Sebagian besar tiket bus bisa dibeli secara langsung tanpa memesan tiket terlebih dahulu saat bukan musim liburan dan lebaran. Jadi anda dapat langsung membeli tiket di kondektur Bus tanpa melalui perantara

Untuk  menghindari ditarik-tarik oleh calo usahakan  anda membawa tiket dan diletakkan di tempat yang mencolok atau mudah terlihat ( saku depan), tiket ini ngak harus tiket yang berlaku, tiket kedaluarsa juga boleh asalkan masih tiket bis. harapanya calo dapat melihat dan mengira andaa s udah punya tiket jadi mereka akar berpikir 1000 kali untuk menawari anda  tiket, setelah itu baru anda  beli tiket di agen resmi bis pilihan anda.

Sumber : https://www.kaskus.co.id/thread/52220ae33fcb17054100000d/tips-menghindari-calo-diterminal/?ref=postlist-21&med=more_like_this

Hati-Hati Pemerasan Berkedok Tiket di Terminal Kampung Rambutan

Kalau selama ini saya cuma mendengar cerita dari orang dan tahu dari berita tentang ulah para calo di terminal bis, pada hari sabtu tanggal 8 oktober 2011 di terminal kampung rambutan, akhirnya saya merasakan juga menjadi korban para calo. karena saya tak ingin orang lain menjadi korban, maka saya menulis pengalaman saya ini.

Pagi itu, saya untuk pertama kali pergi ke terminal kampung rambutan untuk mengantar abang saya pergi ke kota Tegal, pertama masuk terminal saya langsung memarkirkan motor di tempat parkir motor, awalnya yang ada dalam benak saya, terminal sekarang sudah aman, dan tidak terlalu banyak penipu dan premanisme seperti awal reformasi, namun ternyata pikiran saya salah. begitu masuk area terminal saya menerima telepon dari teman, dan tidak memerhatikan apa yang terjadi, tiba tiba kaka saya sudah di ajak oleh orang berpakaian warna hitam campur biru toska, bertuliskan nama sebuah PO, namun saya tidak ingat apa nama PO nya.

Kemudian kita di antarkan pada sebuah loket, dan di serahkan pada seorang berpakaian bebas yang berdiri di depan loket, lalu dia menanyakan jurusan bis-nya, dan kaka saya menyerahkan uang 100ribu rupiah, ketika kami menanyakan harganya, tiba-tiba dia bilang harga tiketnya 95000, kami terkejut dengan nominal harga yang disebutkan, karena normalnya harga tiket bis untuk jurusan tegal sekitar 35ribu – 50 ribu,dalam benak saya pasti kami telah di tipu, dan ketika kaka saya mengatakan untuk membatalkan pembelian tiket, orang itu dengan muka menantang mengatakan bahwa tiket nya tidak boleh di batalkan.


Sebenarnya kami ingin melawan, cuma karena melihat teman-teman di sekelilingnya banyak dan memasang wajah garang, kami pun menngurungkan niat kami untuk melawan, karena pasti resikonya besar, setelah menunggu beberapa lama, bis pun tak knjung datang, kaka saya mencoba menanyakan pada orang yang tadi menjual tiket kepada kami, namun jawabanya “sebentar lagi”, begitu terus jawabannya, kami pikir pasti orang itu telah menipu kami, dan akhirnya kaka saya pun kembali ke parkiran motor, dan merelakan tiket yang dibeli seharga 95ribu tadi.

Sesampainya di tempat parkir, kami mencoba menceritakan apa yang kami alami, dan penjaga parkir motorpun mengatakan memang banyak calo yang melakukan kecurangan dan memeras penumpang yang terlihat “baru” di terminal, dia memberi saran seharusnya langsung naik ke bis tujuan dan beli tiket di atas bis, jangan ke loket apalagi mau di ajak oleh calo di terminal, lalu kaka saya memilih untuk menaiki bis dari luar terminal. dan ternyata benar jika langsung naik ke bis harganya sesuai.
berikut tips dari pengalaman saya :
  • sebelumnya pastikan PO bis apa yang akan kita gunakan, jauh sebelum kita memasuki terminal.
  • ketika memasuki area terminal, jangan ekspresikan kita sedang kebingungan
  • jangan pernah mau di ajak oleh siapapun yang mengarahkan kita untuk menggunakan PO tertentu
  • langsung naik ke bis yang akan kita tumpangi, belilah tiket di atas bis
  • selalu waspada
Namun sebaiknya anda tidak usah datang ke terminal jika memang anda tahu dimana lokasi agen bus PO pilihan anda, karena lebih aman jika menggunakan agen bus. Tiket yang waktu itu di berikan oleh calo sialan di kampung rambutan kepada kaka saya bertuliskan PO antar jaya, saya harap, jika pihak PO antar jaya melihat tulisan saya, agar menindak petugas loket anda, karena saya yakin ada kerjasama untuk memeras dan menipu penumpang. dan juga kepada pihak PO yang lain agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan loketnya terutama di terminal-terminal yang rawan.akhirnya sekarang saya tahu, kenapa makin banyak terminal bayangan, alasannya, yah karena pengguna jasa PO lebih memilih mencari aman dan merasa lebih aman di terminal bayangan/agen bus. dan semoga pihak terkait ( dishub/pengelola teminal/polisi) agar menindak premanisme tersembunyi di terminal. 

semoga Indonesia menjadi lebih baik.
Sumber: https://akusia.wordpress.com/

Hati-Hati Ini Dia 10 Terminal Paling Rawan di Jawa Barat

Sedikitnya 10 terminal di wilayah Jawa Barat ini rawan sehingga perlu mendapatkan pengawasan khusus dari pemerintah maupun dari kepolisian. Salah satunya, terminal Baranangsiang, Bogor.

Sembilan terminal lainnya adalah Terminal Cicaheum (Bandung), Terminal Leuwipanjang (Bandung), Terminal Depok, Terminal Tasikmalaya, Terminal Guntur (Garut),Terminal Harjamukti (Cirebon), Terminal Bekasi, Terminal Banjar, dan Terminal Sudirman (Sukabumi).


“Selama ini 10 terminal tersebut, rawan dari kriteria jumlah armada, penumpang dan tingkat kriminalitas,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dody Cahyadi, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Baranangsiang, Bogor, Selasa 15 September 2009.

Lebih lanjut ia menegaskan, kerawanan yang mengancam keselamatan penumpang yakni penyalahgunaan narkoba oleh para awak bus (sopir), juga mendapat perhatian khusus. “Selain kelaikan bus, kami juga tidak akan segan-segan menindak sopir yang kedapatan menggunakan narkoba saat dilakukan tes urine di masing-masing terminal,” ujarnya.

Sumber Gambar : foto.viva.co.id
Ancaman sanksi terhadap awak bus yang mengancam keselamatan penumpang, yakni pertama, peringatan terhadap sopir dan perusahaan otobusnya, kedua pembekuan dan ketiga adalah pencabutan izin operasi.

Lebih lanjut ia menegaskan, lebaran tahun ini pihaknya telah menyiapkan  4.950 bus untuk angkutan mudik lebaran.. Baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).  “Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pihaknya menyediakan 410 bus cadangan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Bogor Ahmad Syarief, menjelaskan pihaknya telah mengantsipasi kerawanan dan keselamatan penumpang bus yang menggunakan jasa angkutan di terminal Baranangsiang. “Kami sudah berkordinasi dengan kepolisian dan dinas kesehatan untuk melakukan uji kelayakan awak bus (sopir) untuk di tes urine. Selain itu, untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, pihaknya juga sudah melakukan penagwasan ketat bekerjasama dengan kepolisian,” katanya.

Sumber : www.viva.co.id

Ini Dia Enam Titik Rawan di Terminal Kampung Rambutan

Sumber Gambar: yogyakarta.loveindonesia.com
Kepolisian meminta pemudik yang berangkat dan datang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur supaya mewaspadai enam titik rawan tindak kejahatan di terminal tersebut.

"Enam titik rawan itu adalah lokasi kedatangan bus, lokasi keberangkatan bus tujuan Jateng, ruang tunggu dan loket, terminal kedatangan bus kota, pintu keluar terminal serta peron," kata Kepala Posko Pengamanan Terminal Kampung Rambutan, Kompol Senen, di Jakarta, Kamis.

Kompol Senen mengatakan yang perlu diwaspadai di terminal adalah pencopetan, pencurian barang dan tertukarnya barang milik penumpang. Selain itu, pemudik juga perlu mewaspadai penipuan terutama dari orang yang menawarkan jasa pembelian tiket.

Menurut Senen, hingga 16 Agustus 2012 atau H-3 Lebaran belum ada kejadian tindak pembiusan. Namun, kata dia, modus tersebut tetap perlu diwaspadai oleh pemudik.

"Jangan mudah percaya dengan orang yang belum atau baru dikenal, apalagi yang sok akrab. Jangan mau bila ditawari makanan atau minuman, lebih baik beli sendiri," kata Kapolsek Ciracas itu.

Untuk mengamankan puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan yang diperkirakan terjadi pada H-3 atau H-2, kepolisian telah menerjunkan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, Polsek Ciracas dan Polsubsektor Kampung Rambutan.

Enam titik rawan tindak kejahatan di Terminal Kampung Rambutan:
1. Lokasi kedatangan bus.
Kerawanan: pencopetan, pencurian, barang tertukar.
2. Terminal keberangkatan bus tujuan Jawa Tengah.
Kerawanan: pencopetan, penipuan, percaloan.
3. Ruang tunggu dan loket penjualan tiket.
Kerawanan: keributan, pencopetan, penipuan, percaloan.
4. Terminal kedatangan bus kota.
Kerawanan: pembiusan, pencopetan, penipuan.
5. Pintu keluar terminal.
Kerawanan: kecelakaan lalu lintas.
6. Peron masuk dari terminal kedatangan bus kota.
Kerawanan: pencopetan, penipuan, percaloan.
Back To Top