Mengenal Komponen Dan Fungsi Pada Rem Angin (Full Air Brake) Bus

Full air brake atau biasa di sebut rem angin adalah sistem pengereman yang paling banyak dipakai pada bis, truk dan kendaraan berat lainnya. Untuk bis sendiri, saat ini rata2 sudah mengaplikasikan sistem ini. Perbedaan mendasar dengan sistem hidrolik adalah media yang digunakan untuk menekan kampas rem. Pada sistem hidrolik menggunakan media minyak, sedang pada full air brake menggunakan tekanan udara. Pada sistem full air brake terdapat beberapa komponen utama antara lain:

Sumber : https://www.fueloyal.com/10-key-points-regarding-truck-air-brakes/

  
Komponen-komponen :
Sitem ini memiliki beberapa komponen untuk mendukung kerja dari suatu komponen lainya.

1. Air Tank


Berfungsi untuk menampung udara sementara yang di suplay dari kompresor udara yg sebelumnya  udara tersebut sudah di saring terlebih dahulu oleh  filter udara dan Air Dryer agar udara yg masuk kedalam tangki bener bener bersihh tidak terdapat kotoran atau air yang masuk ke system saluran!!
Dan demi keamanan pun savety di terapkan dalam system rem FAB ini bahwa tekanan di dlm tangkipun slalu harus sesuai yaitu  :
740 -840 kPa (7,5 – 8,5 kgf/cm2). apabila tekanan melebihi batas yang di tentukan maka urada di dalam Air Tank akan di buang ke atmosfer agar udara di dalam tank tetep stabil.

Selain itu juga tangki di lengkapi dengan ckeck valve yaitu suatu komponen di Air Tank  yang berfungsi untuk menjaga saluran udara balik ke kompresor di saat mesin mati maka check valve menutup saluran air thank yg ke kompresor,

2. Air Kompresor


Kendaraan menggunakan udara bertekanan dalam sistem rem dan peralatan tambahan lainya . Dan udara tersebut di hasilkan oleh kompresor udara  yang kemudian di salurkan dulu ke Air Dryer untuk di saring dimana Uap lembab dalam udara di bersihkan dan setelah melalui proses penyaringan selanjutnya di kirim ke tangki udara.
Karna kompresor udara kerjanya sangat extra tergantung putaran engine,,, maka kmpresor udarapun dilengkapi dengan sistem pelumasan dan pendinginan yang maksimal agar  kompresor udara tetap bekerja dengan normal.

Kegunaan Udara di dalam Air Tank :
Udara di dalam Air Tank di gunakan untuk menunjang sistem-sistem kelengkapan penujang kendaraan seperti :, Clutch Boster (Boster Kopling), System Rem, klakson, Exaust Brake cylinder dan peralatan tambahan lainnya.
Sepeti tadi dikatakan tekanan dalam tangki di jaga pada tekanan tertentu yang di lakukan oleh pressur regulator. Ketika tekanan naik melebihi standar, proses pemberian tekanan udara di hentikan oleh udara pressur regulator  yang menekan Unloader Valve yang di tempatkan pada cylinder head kompresor. Ketika tekanan sudah turun di bawah standar unloadder valve pun di naikan oleh pegas dan pemberian tekanan udara di lanjutkan kembali.

3. Brake Valve


Katup rem brake valve  terpasang di bawah pedal rem pada sistem FOB atau AOB
Katup ini mengendalikan rem dengan cara membuka dan menutup untuk mengatur aliran udara bertekanan. Pengendalian rem untuk roda depan dan belakang dilakukan secara terpisah.
Saat pedal rem di tekan sebuah plunger dan pegas bergerak menekan primary piston dan menutup lubang ventilasi atas. Serta sebuah scondery piston dan menutup lubang ventilasi bawah. Ketika pedal di tekan lebih dalam  feed valve  atas  dan feed valve bawah terbuka sehingga udara bertekanan dari tangki udara mengalir masuk ke power cylinder boster rem atau relief valve. Ketika pedal di lepas aliran udara berbalik dan tekanan udara di lepaskan ke atmosfer  melalui katup buang ( exaust valve) yang berada di bawah katup rem.

4. Relay Valve

Relay valve di kendalikan oleh udara bertekanan dari brake valve, relay valve membuka dan menutup aliran udara bertekanan dari tangki ke tabung rem (brake chember). Untuk mengaktifkan dan membatalkan rem dengan cepat.
Kontruksi relay valve seperti pada gambar di bawah. Rem depan dan belakang memiliki relay valve tersendiri.

5. Brake Chamber
 
Brake chamber berfungsi unuk merubah tekanan udaara menjadi gerakan mekanis dan melalui sebuah push rod mengerakan tuas slack adjuster. Walaupun brake chamber  depan dan belakang kontruksinya sama namun pada brake chamber  belakang biasanya di lengkapi dengan spring brake.
Saat udara bertekanan di alirkan ke dalam brake chamber , diafragma dan push rod tertekan dengan kekuatan sesuai gaya tekan pada diafragma, mengerakan sebuah cam rem melalui tuas pada slack adjuster.

Ketika pedal rem di lepas, push rod dan diafragma di tekan balik oleh sebuah pegas pembalik, mengembalikan posisi cam dan membantu pembuangan udara. Slack adjuster kontruksinya seperti pada gambar di bawah. Dengan memutar adjuster screw, worm gear dan camshaft akan berputar dan akan mengatur celah kanvas dengan tromol. Pada ujung adjusting screw di pasang sistem pengunci posisi yang terdiri dari spring dan ball.

Walaupun umumnya di pasang pada roda bagian belakang dan normalnya di gunakan sebagai rem utama, di dalamnya di pasang spring brake yang dapat membantu pengereman pada saat darurat atau parkir.
Seccara struktural brake chamber terbagi 2 bagian: Bagian rem utama (service brake) dan bagian spring brake chamber seperti pada gambar .
Bagian rem utama bekerja sebagai brake chamber biasa. Bagian spring brake, pegas di tekan terus menerus pada posisi tertekan oleh udara yg bertekanan dari lubang tabung spring brake (B) ketika udara pada spring brake chamber di buang, piston terdorong oleh gaya pegas sleeve bergerak menekan push rod utama untuk mengaktifkan rem
Utuk menekan penuh spring brake di perlukan tekanan 490 kPa (5,0 kgf/cm2).

Tabung spring brake dilengkapi dengan baut pembebas (release bolt) untuk melepaskan rem secara manual pada kondisi udara yg bertekanan kurang atau tidak ada. Sebelum melepas chamber, putar baut pelepas seperti pada gambar untuk menghindari kecelakaan seandainya pushrod terdorong keluar chamber.

6.  Spatu rem (brake lining) untuk sytem Full Air Brake.

seperti terlihat pada gambar. Bentuk sepatu rem untuk sistem full-air berbeda dengan pada sisi leading( pengarah) dan trailing (pengikut) di mana permukaan sepatu untuk sisi trailing di beri cekungan. Pada spatu rem leading-trailing, spatu leading menghasilkan gaya pengereman yang lebih besar akibat arah putaran tromol, sehingga tekanan pada permukaan sepatu lebih besar dan lebih cepat aus. Permukaan spattu traling pada tonjolanya I beri cekungan sedemikian hingga tekanan permukaan pada spatu leading dan trailing habis bersamaan. Ini juga untuk menghindari keausan bantalan yg tidak merata akibat bentuk can eksentrik. Pada sisi hidrolis tidak ada sisi leading atau trailing karena tekanan minyak rem menekan secara merata pada permukaan spatu rem.

7. Air dryer

Speperti di katakan di atas tadi air dryer berfungsi untuk menyaring kelembapan udara sebelum udara masuk ke tangki udara di air dryer ini antara air dan kotoran di saring terlebih dahulu agar udara yang masuk ke Air Tank bener-bener bersih.


Diatas adalah fungsi dari komponen rem angin pada kendaraan besar seperti bus dan truk, bagaimana cara kerja rem angin pada bus akan saya ulas pada postingan saya selanjutnya.




Kelebihan Rem Angin Pada Kendaraan Bus dan Truk (Full Air Brake System)

Full air brake atau sering di sebut system rem (FAB) adalah rem angin yang memanfaatkan tekanan udara untuk menekan sepatu rem. Di sini pedal rem berperan hanya membuka dan menutup katup rem (Brake valve). dan mengatur aliran udara bertekanan yang keluar dari tangki Udara (Air Tank).

Keuntungan pemakaian rem angin:
A. Merupakan media/fluida kerja yang mudah didapat dan mudah diangkut
1. udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
2. saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
3. udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.

B. Dapat disimpan dengan mudah
1. sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik.
2. pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
3. suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.

C. Bersih dan kering

1. udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor.
2. udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dan sebagainya.
3. dalam industri pangan, kayu, kulit, dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.

D. Tidak peka terhadap suhu
1. udara bersih ( tanpa uap air) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masng panas atau dingin )
2. udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
3. peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang ( cor ).

E. Aman terhadap kebakaran dan ledakan

1. keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
2. dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan.

F. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja

1. pembawa energi ( udara bertekanan ) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.

G. Rasional ( Menguntungkan )
1. pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
2. komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.

H. Kesederhanaan ( Mudah Pemeliharan )
1. karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.
2. gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan , pegas, poros sekrup dan roda gigi.
3. komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.

I. Aman
1. sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat.

J. Dapat dibebani lebih
Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat di rem sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.
1. pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.
2. suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.
3. silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat.

K. Biaya pemasangan murah

1. mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya ( kompresor ) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja.
2. suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalian-pengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi sendiri ( motor dan pompa ).

Supaya saat pengereman tidak mengeluarkan tenaga yang besar, maka dibuatlah suatu sistem pengereman yang memakai tenaga tekanan udara, pesawat ini disebut pesawat rem tekanan udara atau lebih dikenal rem angin atau rem pneumatik. Sistem rem angin dilengkapi dengan sebuah kompresor, gunanya untuk menghasilkan udara kompresi. Kompresor itu digerakkan oleh mesin kendaraan.

http://cahelek76.blogspot.co.id/2013/06/cara-kerja-rem-angin-pada-kendaraan.html

Mengenal dan Mempelajari Bagaimana Cara Suspensi Pada Bus Bekerja

 Mengenal Suspensi

Saat mengemudi, permukaan jalan yang tidak rata, tidak baik, dalam jumlah minor, dapat diserap oleh ban, namun adakalanya tidak dapat diserap oleh ban sepenuhnya. Untuk memperbaiki kualitas pengendaraan, sehingga melindungi beban pada kendaraan dari kerusakan, maka dipasanglah peredam diantara roda dengan rangka. Sistem peredaman itu disebut sistem suspensi.

Fungsi suspensi adalah sebagai berikut:
1. Untuk menopang body kendaraan dengan pegas untuk menyerap kejutan dan getaran dari permukaan jalan.

2. Untuk melindungi body kendaraan, pengemudi, penumpang, beban, juga menghilangkan vibrasi dengan damper untuk memperbaiki stabilitas pengendaraan.

3. Untuk menopang wheel link, memberikan kekakuan yang cukup dalam gaya dan arah untuk memastikan perpindahan yang positif dari traksi, tenaga pengereman, beban dalam gaya dan arah ke atau dari body kendaraan, sehingga memungkinkan pengendaraan dalam segala kondisi.


Sumber Gambar: http://sanzakiiytoet.blogspot.co.id/2013_01_01_archive.html



















Oskilasi dan Kenyamanan
Oskilasi ada sprung load dan unsprung load... Mumet kan... Bahasa apa pula itu? Dari sekitar 400an halaman yang saya baca dari "kitab suci" para teknisi, bisa saya terjemahkan begini:
Roda (unsprung load) menerima kejutan dari jalan, dan energi tersebut diteruskan melalui sprung load ke body member, menyebabkan kendaraan beroskilasi (goyang). Kecepatan oskilasi akan menurun seiring dengan menurunnya beban kejut yang diterima roda. Masa iya kendaraan berhenti bisa mengayun2 ayun sendiri suspensinya... hehehe.. Mobil goyang itu mah.

Oskilasi Sprung Weight
Terbagi menjadi 3, yaitu Flatterig, Bouncing, Yaw, Roll, dan Pitching. Singkat saja daripada baca buku 400 halaman yang bikin mumet... hehehe...

Flattering yaitu:
Ketika seluruh bodi bergerak naik turun secara merata dari depan hingga belakang secara seimbang.

Bouncing yaitu:
Ketika bodi kendaraan bergerak naik-turun






Yaw yaitu:
Pergerakan bergoyang di seputar sumbu vertikal kendaraan, efeknya kendaraan bedinya gerak geleng-geleng.

Pitching yaitu:
Pergerakan bergoyang di sumbu antara roda depan dan roda belakang. Gerakan ini membuat bodi bergerak mengangguk-angguk.

Rolling yaitu:
Pergerakan bergoyang dimana bodi jadi mirin sebelah, biasanya ini terjadi saat belok, biasa dikenal dengan efek bodyroll.




Sumber Gambar: http://sanzakiiytoet.blogspot.co.id/2013_01_01_archive.html


Oskilasi Unsprung Weight
Ini terbagi menjadi hopping, tramping, dan wind-up. Apa saja? ini dia... simpel saja.... kalau mau baca bukunya sendiri 400 halaman juga gpp, PM saja hehehe...

Hopping yaitu:
Gerakan naik-turun roda secara bersamaan dalam 1 axle. Hal ini terjadi biasanya saat kita melewati jalanan bergelombang pada kecepatan sedang hingga tinggi.


Tramping yaitu:
Gerakan naik turun roda secara berlawanan dalam 1 axle. Misal roda kanan bergerak naik, roda kiri bergerak turun. Jadi miring-miring getoh....

Wind-Up Yaitu:
Gerakan dimana per dain sedikit melintir karena efek putaran as penggerak kendaraan. Biasanya di driver axle.

Selamat belajar......


Sumber: http://www.bismania.com/

Chasis Bus Terbaru 2015 Mercedes Benz OC 500 RF 2542

Mercedes Benz OC 500 RF 2542 saat ini menjadi pembicaraan bagi penggemar bus di Indonesia, karena Mercedes Benz OC 500 RF 2542 ini masih dibilang sangat baru . Mercedes Benz OC 500 RF 2542 ini diimport dari Spanyol dengan menggunakan mesin OM457LA yang jelas lebih kuat dan efisien jika digunakan untuk angkutan umum. Nah apa saja keunggulan dengan chassis Mercedes Benz terbaru ini ?? mari kita bahas lebih detail.





Mercedes Benz OC 500 RF 2542 dibekali dengan mesin turbo intercooler dengan output 11.967 CC menghasilkan daya sekitar 310 Kw (atau 422 HP) pada 2.000 RPM dan torsi tertinggi pada 1.900 Nm pada 1.100 RPM.


Dimensi ini chassis bus baru di 2.500 x 14,355 x 1,720 mm. (lebar x panjang x tinggi). Mesin pada Mercedes Benz OC 500 RF 2542  ini dikendalikan dan dikelola dengan sistem elektronik. Injeksi bahan bakar yang lebih tepat dan efisien dengan sistem pompa satuan untuk memastikan kinerja yang lebih baik, sehingga memperpanjang daya tahan mesin atau lebih awet.

Hebatnya lagi Mercedes Benz OC 500 RF 2542 ini sudah dilengkapi dengan sistem keamanan terbaik dari mercedes benz yaitu:

1. Disk Break

2. Electronic Stability Program (ESP®) atau sistem anti-selip.

3. Sistem pengereman elektronik (EBS)

4. ABS (antilock Breaking System)

5. Retarder untuk memastikan daya pengereman dan  ASR Sistem pengereman.


Suspensi independen sudah disematkan pada as roda depan hal ini digunakan untuk memberikan kenyamanan pengemudi dan penumpang. Poros roda belakang, bagian paling penting dari ini chassis bus baru ini karena sangat kuat untuk memastikan penggunaan yang tahan lama, dan memberikan pengalaman berkendara yang superior dan daya sistem pengereman maksimum. Yang menarik dari Mercedes Benz OC 500 RF 2542 ini adalah pada  poros roda ketiga yang dapat dikontrol baik untuk bergerak maju dan mundur, dengan sistem elektro-hidrolik.


Berikut spesifikasi Mercedes Benz OC500RF 2542
MESIN
Mesin :
- Mercedes-Benz OM457LA Euro 3
- Diesel, 6 segaris, injeksi langsung dengan turbo charger & Intercooler
Diameter/langkah : 128 / 155 mm
Total displacement : 11.967 cm3
Daya maks. : 310 kW (422bhp) pada 1.900 rpm
Torsi maks : 1.900 nm pada 1.100 rpm
Kopling :
- MFZ 439 Plat kering tungal, pegas diafragma
- Digerakan secara hidro-pneumatik dengan bantuan servo
Transmisi :
- ZF AS Tronic 12
- Manual, Automatic 12-kecepatan maju
- Dilengkapi dengan ZF-Intrader
Perbandingan gigi :
12.326 / 9.59 / 7.435 / 5.784 / 4.565 / 3.552 / 2.7 / 2.101 / 1.629 / 1.267 / 1 / 0.778 dan R = 11.41
kecepatan maks : 120 km/h
Daya tanjak : 48%

AXLE
1st axle : Independen RL75E
Kapasitas 1st axle : 7.000 kg
2nd axle : MB-HO6 / 3 DLC(S)-13
Perbandingan gigi : l : 2.846
Kapasitas 2nd axle : 10.000 kg
3rd axle : ZF RL 75 actively steered trailing axle
Kapasitas 3rd axle : 7.000 kg
Total GVWR : 24.000 kg

SUSPENSI
Suspensi depan :
- Suspensi udara dengan 2 balon udara
- 2 peredam kejut dengan double acting, stabiliser
- satu buah penyetel level kontrol
Suspensi belakang :
- Suspensi udara dengan 4 balon udara
- 4 peredam kejut dengan double acting, stabiliser
- dua buah penyetel level kontrol

REM
Rem utama : Dua jalur udara tekan penuh dengan disc brake
Rem parkir : Pegas, kendali udara tekan penuh pada gandar belakang
Retarder :
- ZF-Intrader, digerakan secara elektro-hidrolik
- dioperasikan melalui lever pada steering column dengan 5 step
Tambahan keselamatan :
- EBS (Electronic Braking System)
- ABS (Anti-lock Braking System)
- ACR (Acceleration Skid System)
- ESP (Electronic Stability Program)
Kemudi : Power Steering ZF-Servocom 8098
Ban & Pelek : 8.25 x 22.5 / 295/80 R 22.5

KELISTRIKAN
Sistem : 24 volt
Alternator : 1 x 28 V / 140 A
Baterai : 2 x 12 V / 200 Ah
 
Tangki bahan bakar : Diatas gandar belakang
Kapasitas tangki : 600l

DIMENSI
Jarak sumbu utama : WB (mm) 3.000 (pabrik) / 6.300 (karoseri)
Jarak sumbu antar roda : WB1 (mm) 1.350
Julur depan : FOH (mm) 2.570
Julur belakang : ROH (mm) 2.825
Tinggi : OH (mm) 1.700
Panjang total : OL (mm) 9.745 (pabrik) / 13.500 (karoseri)
Lebar keseluruhan : OW (mm) 2.400
Jarak pijak roda depan : FR Tr (mm) 2.088
Jarak pijak roda belakang : RR Tr (mm) 2.199
Radius putar (mm) 11.900 mm

Dan berikut ini PO Kurnia yang merupakan Perusahaan Otobus pertama di Indonesia yang berasal dari Aceh yang memiliki chassis Mercedes Benz OC 500 RF 2542  dimana body bus PO Kurnia dibangun dengan body Jetbus HD 2 Karoseri Adiputro. Berikut kami berikan foto-foto yang kami ambil dari Adiputro Instagram


PO Kurnia Mercedes Benz OC 500 RF 2542

PO Kurnia Mercedes Benz OC 500 RF 2542


Jangan Takut Naik Bus, Bus Sekarang Sudah Punya Fitur Keselamatan Tinggi

Banyak anggapan dari masyarakat kalau para Perusahaan Otobus (PO) menyediakan bus yang alakadarnya dan tidak mempertimbangkan fitur keselamatan sehingga sangat membahayakan penumpang.

Tapi tak semua PO menyediakan bus seperti itu, salah satunya PO PT San Putra Sejahtera yang mengklaim kalau selalu menyediakan bus dengan memiliki standar keamanan yang optimal.



Sumber Gambar: www.buslover.com
"Dulu memang hampir semua PO menyediakan bus yang mementingkan jalan, tapi sekarang tidak, orang yang takut mati sekarang banyak, jadi ini menjadi tuntutan bagi kami (PO) untuk menyediakan bus yang memiliki standar kemananan yang optimal," ujar Direktur Utama PT San Putra Sejahtera Kurnia Lesani Adnan, di Bandung, Senin (8/7/2013).

Dijelaskannya, masyarakat sekarang tidak perlu khawatir jika menaiki bus karena sekarang itu para PO terutama San Putra Sejahtera selalu menyediakan bus yang sudah dilengkapi fitur keamanan yang mumpuni.


Sumber Gambar : www.bismania.com















"Kita punya Scania K360, K310, Mercy OH500R, dua brand ini yang sudah menghadirkan premium bus di Tanah Air dan fitur keamanan yang optimal sehingga masyarakat akan semakin nyaman dan aman," katanya.

Bus kali ini juga menyuguhkan interior yang dapat membuat penumpang menjadi lebih nyaman dengan didukung oleh berbagai fitur-fitur hiburan.


Untuk fitur keamanan itu sendiri, bus sekarang seperti Scania sudah menyediakan standar fitur EBS dan APS yang membuat proses pengereman menjadi sempurna dan menutup kemungkinan adanya rem gagal berfungsi saat perjalanan.

"Kami operator selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat, kami ingin menghilangkan sebutan kalau PO memberikan bus yang jelek atau alakadarnya," pungkasnya.

Sumber : http://oto.detik.com/
Back To Top