Profil Perusahaan Otobus Surya Bali (Nik Suryana Group) Bali

Perusahaan transport SURYA BALI didirikan oleh I Ketut Nik Suryana pada tanggal 03-06-2008, berbentuk Badan Usaha Perseroan Komanditer/ CV dengan nama “CV.SURYA BALI“. Perusahaan ini didirikan atas kecintaan kami pada sektor pariwisata di pulau Bali.

Dengan melihat banyaknya wisatawan asing maupun wisatawan domestik yang mengunjungi pulau dewata , maka kami melihat peluang usaha dalam hal ini bus pariwisata untuk menghantar tamu-tamu ke sejumlah objek wisata yang ada di Pulau Bali. Maka pada tanggal 25 Juni 2008, kami diberikan Ijin Usaha Angkutan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perhubungan. Akhirnya semangat dan cita cita kami memperkenalkan pulau Bali yang terkenal dengan keramahtamahan, keindahan alamnya, kerukunan beragamannya, melalui Bus Pariwisata Surya Bali bisa terwujud.



Sumber : www.facebook.com/po.surya-bali
Sebagai perusahaan pemula, kami ingin memberikan iklim persaingan dan kompetisi yang sehat dengan semboyan “Mengutamakan Pelayanan yang Ramah,Sopan,dan Jujur”. Sehingga beriring perjalanan waktu kami bisa semakin dipercaya khususnya oleh travel agen, biro wisata, dan masyarakat Bali pada umumnya. Dengan bertambahnya kunjungan tourist yang datang ke Bali, khususnya wisatawan asing.
Kami melihat peluang bahwa banyak sekali tenaga kerja industri kerajinan kayu yang didatangkan ke Bali dari pulau Jawa khususnya Jepara dan Kudus karena kualitas pekerjaan dari dua daerah tersebut dikenal sangat baik dan diminati oleh wisatawan. Sehingga banyak pengusaha meubel dan ukir ukiran di Bali menggunakan tenaga kerja dari Jepara dan Kudus.
Logo Surya Bali
Kami ingin sekali menangkap peluang bisnis tersebut diatas dengan mengajukan ijin trayek Antar Kota Antar Propinsi ( AKAP ) dengan tujuan Denpasar-Kudus-Jepara PP. Dengan harapan kami bisa membantu perkembangan wisata di Bali dan perkembangan tingkat ekonomi pengrajin meubel dan ukir ukiran kayu di Jepara dan Kudus.
I Ketut Nik Suryana
Sungguh merupakan Penghargaan bagi kami, apabila anda mempercayakan sarana perjalanan anda kepada kami, maka dengan tidak menyia-nyiakan kepercayaan ini, kami ingin senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyaman bagi anda. kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik, lebih aman dan lebih nyaman. Semoga niat dan cita-cita baik kami senantiasa mendapat limpahan berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

KANTOR PUSAT:
Jln. Pidada I No.21 Ubung – Denpasar
Telp. 0361-7435381 / 08197930361

Sumber : http://www.suryabalitrans.com/profile/


Sejarah Singkat Perum DAMRI Indonesia

Perum DAMRI merupakan perpanjangan sejarah warisan dari perusahaan angkutan semasa pendudukan Jepang di Indonesia pada kurun tahun sekitar 1943, yaitu dari semulanya bernama Jawa Unyu Zigyosha-sebuah perusahaan angkutan barang dengan truk dan cikar dipulau jawa serta Zidosha Sokyoku adalah sebuah perusahaan angkutan penumpang bus.

Pada saat kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 kedua perusahaan angkutan tersebut direbut paksa oleh para pejuang Indonesia dan diserahterimakan kepada Pemerintah Republik Indonesia yang kemudian mengelolanya dibawah fungsi Depertemen Perhubungan. Oleh pemerintah Republik Indonesia, kedua perusahaan angkutan warisan jepang tersebut diubah namanya menjadi "Djawatan Pengangkutan Untuk Angkutan Barang" dan "Djawatan Angkutan Darat Untuk Angkutan Penumpang". Pada tanggal 25 November 1946, berdasarkan maklumat Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 01/DM/46, kedua perusahaan tersebut disatukan dan diberi nama "Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia" atau disingkat DAMRI.
Sumber : http://www.damri.co.id/galeri-poto

Sumber : http://www.damri.co.id/galeri-poto

Sumber : http://www.damri.co.id/galeri-poto

Sumber : http://www.damri.co.id/galeri-poto
Berdasarkan maklumat tersebut maka fungsi utama DAMRI adalah menyelenggarakan angkutan darat bagi kepentingan masyarakat dengan menggunakan truk, bus serta jenis angkutan motor lainnya. Berdasarkan peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1984, sebagaimana telah diubah berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor :31 Tahun 2002 status DAMRI diubah menjadi Perusahaan Umum DAMRI dengan lapangan usaha berupa angkutan bus kota, angkutan perintis, angkutan antar wilayah, angkutan wisata serta jenis angkutan lainnya yang dimungkinkan oleh peraturan perundangan yang berlaku.
about

http://www.damri.co.id/tentang-perusahaan/sejarah


Sejarah Perusahaan Otobus di Purwokerto

Bus Menanjak, Sopir pun Gulung Celananya

Tahun 1954 Pemerintah Kabupaten Banyumas membangun terminal bus di Jalan Sekolah (sekarang Jl. Gatot Soebroto – Red). Masyarakat Purwokerto menyebutnya sebagai koplak bus. Pembangunannya menghabiskan biaya Rp 430.000. Dana ini diperoleh dari hasil sewa kios dan los Pasar Wage.


Dengan adanya terminal tersebut, di Purwokerto bermunculan perusahaan otobus (PO) yang melayani jarak pendek. Sedangkan trayek jarak jauh seperti jurusan Bandung dan Jakarta, kebanyakan dilayani PO besar dari luar kota, seperti PO Moedah dan PO Anggrek Cempaka.


Sumber :www.bismania.com
PO yang pernah hidup di Purwokerto, antara lain PO Abadi di Jalan Masjid yang melayani jurusan Purwokerto – Purbalingga – Bobotsari dan Purwokerto – Cilacap. Di Jalan Bank (sekarang RA Wiriaatmadja – Red) ada PO Indah yang melayani jurusan Tegal.

Di Jalan Kejawar (sekarang Komisaris Bambang Soeprapto – Red) ada PO Tepat yang melayani Purwokerto – Semarang. Saat itu, untuk naik bus ini harus pesan tiket sehari sebelumnya. Bus ini berangkat dari garasi pada pukul 04.00 dan sampai semarang sekitar pukul 11.00 – 12.00.


Sumber gambar : www.bismania.com
Ada juga bus Pembangun dan PO Wasis yang garasinya di Jalan Pereng (sekarang Slamet Riyadi). PO Wasis melayani jurusan Yogya bersama PO Mulyo. PO lainnya adalah PO Lie Soen, garasinya di Sokaraja melayani rute Purwokerto – Banyumas. Bus ini kemudian ganti nama menjadi Mutiara. Di jurusan Banyumas ini beroperasi pula PO Nara.

PO lainnya adalah Koen Bus Service (KBS) melayani Purwokerto – Purbalingga dan sekitarnya. Antara lain, Purwokerto – Bobotsari (12km utara Purwbalingga) dan Purwokerto – Purwareja Klampok di Banjarnegara. PO ini bermarkas di Purbalingga.

PO lainnya adalah Kalitangi (jurusan Tegal), PO Djakoen (Jatilawang, Wangon), PO Utama (Cilacap), PO Limex (Wonosobo), PO Kalitangi dan YS (Tegal). Bahkan penyanyi ballada Ebiet G Ade juga pernah memiliki bus Melati Indah yang melayani trayek Purwokerto – Wonosobo – Semarang.

Menggulung Celana
Karena keberadaan terminal di dalam kota, rute bus juga menyusuri jalan-jalan di dalam kota. Untuk jurusan Cilacap, Bandung, dan Jakarta rutenya menyusuri Jl. Sekolah – Jl. Merdeka – Jl. Raya (Soedirman) langsung ke arah barat.

Sedangkan untuk jurusan timur (Purbalingga, Semarang, dan Yogya) menyusuri Jl. Kejawar – Jl. Sekolah Tionghoa – Jl. Raya, langusng ke arah timur. Di dalam kota dibuat beberapa pemberhentian bus, termasuk berhenti pula di koplak dokar dekat Stasiun Timur.

Armada bus yang digunakan kebanyakan juga bus tua yang kemampuan mesinnya sudah tidak maksimal. Bus yang melewati tanjakan Krumput, radiatornya sering mengepul dan harus ditambahi air pendingin. Mesin berada di samping sopir, saat jalan menanjak pak sopir pun harus menggulung celananya.

Para penumpang khusuk berdoa agar bus kuat melewati tanjakan. Salah satu kenek berlarian di belakang membawa kayu untuk mengganjal roda kalau-kalau bus mlorot alias mundur karena tak kuat menanjak. Selain tanjakan Krumput di Banyumas, tanjakan lain yang dianggap berat adalah Kledung untuk jurusan Semarang.

Bus-bus perintis angkutan di Purwokerto itu, kerangkanya terbuat dari kayu dan pintu masuk dari bagian belakang. Kini armada yang berjaya di tahun 1960-an itu tinggal kenangan. Hanya ada satu dua nama yang masih bertahan di tengah kemajuan transportasi. Selama 50 tahun terakhir ini, terminal Purwokerto juga sudah berpindah dua kali ke pinggir kota. (75)

(Sumber : Suara Banyumas, 26 Desember 2009)

Profil Po MJCM Trans Jepara

Mungkin dijalan raya anda pernah melihat bus MJCM Trans  tapi anda belum mengerti nama bus itu,MJCM Trans adalah Muji Jaya Citra Mandiri Trans yang merupakan anak perusahaan dari Po Muji Jaya Po asli Jepara yang berkembang cukup pesat. Kantor pusat MJCM Trans berada di  Jl. Raya Ngabul KM7 yang letaknya tidak jauh dari bundaran Ngabul (Jepara-Jawa Tengah).

Sumber Gambar: thefivestarscommunity.blogspot.com


















Rute MJCM Trans melayani rute dan agen yang masih terbatas agen MJCM Trans antara lain meliputi daerah  Pulo Gadung, Rawa mangun, Cikarang dan Klari. Berbeda dengan agen Muji Jaya yang memiliki rute dan agen dimana-mana  seperti bus muriaan lainya.

Sumber Gambar: https://twitter.com/ddrahayu/status/















Sumber Gambar: http://bagusprak.blogspot.com/















 
Sumber Gambar: httpsabdullahhatta.files.wordpress.com

Sumber Gambar: httpsabdullahhatta.files.wordpress.com


































MJCM Trans patut menjadi pilihan diantara bus muriaan lainnya karena fasilitas MJCM Trans tidak kalah dengan bus muriaan lainnya diantaranya adalah  free WiFi, 2 LCD TV (1 di depan dan 1 ditengah) setiap bus dan beberapa unit TV kecil di armada Hino RK8, DVD, Karaoke, stop kontak untuk menunjang kebutuhan anda, serta recleaning seat untuk menunjang kenyamanan anda. Kapasitas kursi penumpang ada 50 seat non toilet, namun bisa disesuaikan dengan jumlah yang diinginkan oleh pelanggan.

Untuk pemesanan dapat menghubungi kantor atau kontak MJCM Trans di: (0291) 593 234 atau 0812 2550 5000, 0852 1950 0100, 0852 1950 0200 atau fax di (0291) 596 555

Sumber: www.bismania.com

Sejarah Po. Malino Putra

Malino Putra awalnya bernama Malino pada tahun 1934 s.d. 1950. Pada tahun 1967 bernama Hasil dengan trayek jurusan Jakarta Lapangan Banteng – Tangerang, Tanjung Priok – Lapangan Banteng – Depok, Lapangan Banteng – Depok – Cililitan, dan Cililitan – Bogor, sedangkan pada tahun 1967 s.d. 1979 trayek jurusan Cillilitan – Sukabumi.


Pada tahun 1995 usaha dibidang angkutan barang (paket pengiriman barang) dengan badan usaha bernama Duta Swadesi berdiri. Pada tahun 1999 jumlah armada 8 buah dengan jenis kendaraan Mitsubishi, Truk dan Colt Diesel. Saat ini jumlah armada sudah mencapai 16 armada.


Pada tahun 2003 dibuka usaha angkutan penumpang bus dengan nama P.O. Malino Putra berbadan usaha PT. Malino Putra Kencana dengan membuka trayek yang pertama jurusan Jakarta – Malang, berangkat dari pengalaman dibidang usaha angkutan yang lain, Malino Putra ingin membuat sesuatu yang beda yaitu membuat model pelayanan yang mengutamakan kelayakan dan kenyamanan. 




Malino Putra mengajukan model pelayanan jasa angkutan penumpang ke Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu ditanggapi oleh Fauzi Bowo sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Bahwa selama ini pelayanan kepada penumpang hanya sebatas naik dan turun. Bapak Hari Janto Otto mempunyai gagasan pelayanan angkutan penumpang agar penumpang itu mendapat service yang layak dan dihargai. Dengan Gagasan ini Departemen Perhubungan memberikan ijin operasional kepada PT. Malino Putra Kencana.
























Bus P.O. Malino Putra tampil beda dari bus yang lain dengan fasilitas di dalam bus seperti; dispenser, smoking area, DVD, VCD, reclining seat, rumah makan yang beda layanan servicenya dan keramahan kru (sakit ditengah perjalanan akan diantarkan ke Rumah Sakit terdekat / membeli obat, dsb.). dengan model pelayanan ini masyarakat menyambut baik, hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah penumpang yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Selama 4 tahun P.O. Malino Putra maju pesat. Dengan banyaknya persaingan P.O. Malino Putra akan terus mengedepankan dan memperbaiki pelayanan, hingga mencapai pelayanan sekelas pesawat.

Sumber : www.malinoputra.co.id
Back To Top